Koalisi Perempuan Serukan Tolak Calon Pemimpin Pelanggar HAM

Metrotvnews.com, Jakarta: Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) menyerukan untuk tidak memilih pemimpin yang melanggar hak asasi manusia (HAM) dan otoriter.

“Ngeri juga kalau otoriter,” terang Sekjen KPI Dian Kartikasari di Hotel Ibis, Jakarta Pusat, Rabu (5/2).
Apalagi, menurut dia, ada potensi terpilihnya pemimpin yang otoriter. Menurut dia, para calon pemimpin otoriter pasti menyuarakan pemimpin yang sekarang lemah sehingga harus dicari pemimpin yang kuat.

Dian pun tidak memungkiri ada anggota KPI yang bergabung dengan partai otoriter. Menurut dia, mereka beralasan bergabung untuk mendapat kursi setelah itu bisa mengubah kebijakan.

Selain tidak memilih pemimpin yang otoriter, lanjut Dian, KPI mendorong kepada seluruh anggotanya untuk tidak golongan putih (golput). “Menjadi golput sama dengan membiarkan orang-orang yang tidak memenuhi kriteria memimpin kita,” kata Dian.

KPI mendorong agar pengurus dan seluruh anggotanya untuk menggunakan hak pilih serta mengajak masyarakat untuk aktif menggunakan hak pilih. Penggunaan hak pilih dalam Pemilu 2014 haruslah didasarkan pada pengetahuan, kesadaran, dan tanggung jawab terhadap pilihan.

Kordinator Pokja Reformasi Kebijakan Pubik KPI Mike Verawati menambahkan, adanya aturan 30% kuota perempuan membuat banyak anggota KPI yang menjadi incaran parpol untuk dijadikan calon anggota legislatif (caleg). “Ada sekitar 30 surat yang masuk,” katanya.

Mike menjelaskan, sesuai aturan di KPI, pengurus yang masuk dalam DCT harus melapor ke KPI pusat dan harus mengajukan pengajuan cuti sampai terpilih atau tidak. Hal tersebut untuk menjaga gerakan KPI sebagai gerakan nonpartisan.
Mike mengatakan, hingga akhir 2013, jumlah anggota KPI ada 38 ribu, sedangkan jumlah anggota yang telah mengikuti pendidikan kader sebanyak 7.000 orang. (Ardi Teristi)

Rabu, 05 February 2014 | 20:37 WIB
Editor: Henri Salomo Siagian
http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2014/02/05/348/213667/Koalisi-Perempuan-Serukan-Tolak-Calon-Pemimpin-Pelanggar-HAM

Post Author: operator.info1