Indonesia-UEA Kerjasama Tangani Perdagangan Manusia

indonesia-uea-kerjasama-tangani-perdagangan-manusia-ARqkpxqMgy

 

ABU DHABI – Perwakilan Indonesia bertemu dengan delegasi Uni Emirat Arab (UEA) di Timur Tengah. Mereka membahas mengenai perdagangan manusia yang belakangan ini sering terjadi.

Pada Selasa 16 Juni, Delegasi RI yang dipimpin Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Nurul Aulia, mengadakan pertemuan dengan Delegasi UEA  yang dipimpin oleh Sekretaris Komnas Anti Perdagangan Manusia, Dokter Saeed Al Gally.

Dalam pertemuan tersebut, kedua delegasi itu memfokuskan pembicaraan mengenai masalah perdagangan manusia di dunia. Delegasi UEA dan RI telah mencapai kata sepakat untuk menangani masalah perdagangan manusia, khususnya warga negara Indonesia (WNI) yang diperdagangkan baik ke wilayah UEA maupun yang hanya menjadikan negara itu tempat transit menuju negara Timur Tengah lainnya.

Pertemuan itu diadakan juga untuk menindaklanjuti pertemuan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI dengan Menlu UEA yang berlangsung pada 29 Mei 2015. Sebelumnya, kedua Menlu itu sepakat membuat payung kerjasama dalam bentuk sebuah Memorandum of Understanding (MoU).

“Kita sangat menghargai respon positif serta itikad baik Pemerintah UEA untuk memberikan platform perlindungan kepada WNI yang menjadi korban perdagangan manusia di wilayah mereka,” ujar Nurul Aulia, melalui rilis yang diterima Okezone, Rabu (17/6/2015).

“Sesuai ketentuan dalam konvensi dan protokol internasional terkait, Pemerintah UEA akan memberikan perlindungan kepada WNI yang menjadi korban human trafficking. Ini adalah hasil konkrit diplomasi perlindungan WNI yang dilakukan Menlu Retno,” lanjutnya.

Nurul menambahkan, bentuk kerjasama dengan Pemerintah UEA nantinya akan meliputi pertukaran informasi, penegakan hukum, pencegahan serta penguatan kapasitas bersama, dan difokuskan pada perlindungan korban.

Bentuk perlindungan korban human trafficking meliputi identifikasi penampungan, bantuan hukum serta psikologis, dan pemberian kompensasi.

Berdasarkan data yang dihimpun Kemlu RI, Pada tahun 2013 terdapat 1722 kasus WNI/TKI di seluruh UAE. Jumlah tersebut menurun menjadi 1074 kasus pada tahun 2014. Meskipun terjadi penurunan, namun terdapat indikasi meningkatnya korban perdagangan manusia.

Pada Maret 2015, Tim gabungan Kemlu, Polri dan BNP2TKI berhasil mengidentifikasi 55 WNI korban perdagangan manusia di penampungan KBRI Abu Dhabi. Mereka telah dipulangkan ke Indonesia dan sejumlah pelaku telah ditangkap oleh Bareskrim Polri.

Melalui kerjasama bilateral itu, Pemerintah UAE berharap dapat lebih mudah memberikan akses perlindungan bagi WNI, bukan saja yang menjadi korban perdagangan manusia. Namun, juga bagi mereka yang mengalami berbagai bentuk pelecehan dan kekerasan.

Sumber : http://news.okezone.com
http://news.okezone.com/read/2015/06/17/18/1166864/indonesia-uea-kerjasama-tangani-perdagangan-manusia

Post Author: Septian Sodiq