Wednesday , 26 September 2018
HAM HIGHLIGHT
Home / Direktorat Diseminasi dan Penguatan HAM / Lomba Cerdas Cermat HAM: Tidak Hanya Sekedar Soal Pengetahuan
Lomba Cerdas Cermat HAM: Tidak Hanya Sekedar Soal Pengetahuan

Lomba Cerdas Cermat HAM: Tidak Hanya Sekedar Soal Pengetahuan

Jakarta, ham.go.id – Pergelaran Lomba Cerdas Cermat (LCC) HAM Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia telah berakhir pada Kamis, (30/11) bertempat di Aula Gd. Direktorat Jenderal HAM yang diikuti oleh 25 sekolah tingkat SMA/SMK se-Jabodetabek.

Lomba tersebut, dibuka secara simbolis oleh Direktur Jenderal HAM Mualimin Abdi dan disaksikan oleh para Pejabat Tinggi Pratama di Lingkungan Direktorat Jenderal HAM.

Dalam sambutannya, Mualimin Abdi menyampaikan pentingnya memahami esensi lomba kali ini, bukan soal menang atau kalah namun harus dilihat dari segi lainnya.

“bahwa didalam perlombaan, pasti ada namanya menang atau kalah, yang menang tidak boleh jumawa atau menyombongkan diri, dan yang kalah bukan berarti adik-adik (pelajar-red) kalah, karena dalam lomba itu juga masalah cepat atau lambat dalam memencet bel. Bukan tidak mungkin semuanya sudah paham dan tahu jawabannya, namun karena pada saat semua memencet bel secara bersamaan, hanya satu yang bunyi karena faktor sekian puluh detik lebih cepat, maka hanya satu tim yang dapat menjawabnya” tegasnya

Oleh karenanya, menurut Mualimin Abdi, yang kalah bukan berarti dia tidak bisa, namun karena faktor lain seperti kecepatan memencet bel. Untuk itu, ia berpesan jangan berkecil hati bagi yang kalah nantinya.

Lomba yang rutin digelar setiap tahun bekerja sama dengan salah satu bank BUMN, yaitu Bank Negara Indonesia (BNI) tersebut mendapat respon positif dari Dirjen HAM, bahkan Ia berharap lomba ini dapat diadakan sesering mungkin.

“mudah-mudahan lomba cerdas cermat ini tidak hanya setahun sekali, namun bisa diadakan 3 kali, yaitu di awal, tengah dan akhir tahun” jelas Mualimin Abdi.

Karena menurutnya, lomba ini merupakan upaya membangun karakter bangsa melalui generasi milineal, yaitu anak muda.

“lomba seperti ini merupakan upaya membangun karakter bangsa, pasalnya begitu pelajar ini ikut lomba, memahami hak dan kewajiban, saling menghormati, mereka akan menularkan pemahaman dan pengalamannya kepada teman-teman lainnya, sehingga apa yang dia lakukan sebelum lomba, saat lomba dan pasca lomba dapat melekat erat pada diri adik-adik ini, dan inilah sebetulnya yang disebut dengan karakter pembentukkan bangsa, yang sering kita sebut sebagai revolusi mental”, ungkapnya.

“jadi, lomba cerdas cermat HAM bukanlah soal lomba siapa menang, kalah atau pengetahuan semata, namun merupakan pembentukkan nilai-nilai hak asasi manusia yang dapat diinternalisasikan pada adik-adik semua”, tutup Mualimin Abdi.

Hingga akhir lomba, keluar sebagai juara I, yaitu SMA Negeri 2 Kota bogor dan berhak mendapatkan uang uang pembinaan sebesar Rp. 10.500.000 + sertifikat dan trophy; juara II SMA IT Nurul Fikri, Depok uang pembinaan sebesar Rp. 7.500.000 + sertifikat dan trophy; Juara III SMA Negeri 1 Cibinong, uang pembinaan sebesar Rp. 6.000.000 + sertifikat dan trophy, Juara Harapan I SMK Negeri 6 Tangerang, uang pembinaan sebesar Rp. 4.500.000 + sertifikat dan trophy; dan Juara Harapan II SMA Negeri 2 Tangerang Selatan, uang pembinaan sebesar Rp. 3.000.000 + sertifikat dan trophy. (ion)