Sunday , 18 November 2018
HAM HIGHLIGHT
Home / Kegiatan / Peringatan Sumpah Pemuda ke-90 Tahun 2018 tema Bangun Pemuda Satukan Indonesia
Peringatan Sumpah Pemuda ke-90 Tahun 2018 tema Bangun Pemuda Satukan Indonesia

Peringatan Sumpah Pemuda ke-90 Tahun 2018 tema Bangun Pemuda Satukan Indonesia

Jakarta, ham.go.id – Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia, Mualimin Adi menjadi Inspektur Upacara Peringatan 90 Tahun Sumpah Pemuda di Lingkungan Kementerian Hukum dan HAM yang dihadiri oleh Seluruh Pejabat dan JFU, pada hari Senin (29/10).

Dirjen HAM membacakan Pidato Menteri Pemuda dan Olah Raga dalam rangka Peringatan Sumpah Pemuda ke-90 Tahun 2018. Dalam Pidatonya disampaikan, “Kita semua berhutang budi kepada para tokoh pemuda yang pada tahun 1928 telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda sehingga menjadi pelopor pemuda untuk membangun kesadaran kebangsaan Indonesia sekaligus komitmen menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini,” ungkapnya.

Hari Sumpah pemuda tahun ini mengambil tema “Bangun Pemuda, Satukan Indonesia.” Tema ini diambil atas dasar pentingnya pembangunan kepemudaan untuk melahirkan generasi muda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pemuda-pemuda hebat Indonesia telah lahir dan mampu berkompetisi di kancah Asia, perhelatan Asian Games 2018, atlet-atlet muda Indonesia berhasil bersaing dengan bangsa-bangsa Asia, dan berhasil menduduki peringkat ke-4, serta di ajang asian para Games 2018 para atlet kita berhasil menduduki peringkat ke-5.

“Ini adalah sejarah baru kebangkitan olahraga Indonesia. Serta harus dijadikan momentum untuk terus membangun optimisme pemuda Indonesia dengan bekerja keras mewujudkan prestasi diberbagai bidangnya,” Tambah Dirjen HAM membacakan pidatonya.

Melalui Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini diharapkan jika pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan Bangsa, maka tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com