Tuesday , 16 October 2018
HAM HIGHLIGHT
Home / Info Kanwil / RAPAT KERJA PELAPORAN CAPAIAN PELAKSANAAN AKSI HAM TA 2018 PROVINSI SUMATERA UTARA
RAPAT KERJA PELAPORAN CAPAIAN PELAKSANAAN AKSI HAM TA 2018 PROVINSI SUMATERA UTARA

RAPAT KERJA PELAPORAN CAPAIAN PELAKSANAAN AKSI HAM TA 2018 PROVINSI SUMATERA UTARA

Rapat Kerja Pelaporan Capaian Pelaksanaan Aksi HAM TA 2018 dilaksanakan di Aula Pengayoman Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, 8 Agustus 2018. Rapat ini dihadiri 15 (lima belas) orang Bagian Hukum dan Bappeda Provinsi dan Kabupaten/Kota Sumatera Utara.

Priyadi sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara dalam sambutan dan paparannya menyampaikan bahwa sasaran utama Aksi HAM yaitu peningkatan pemenuhan Hak Perempuan, peningkatan pemenuhan Hak Anak, peningkatan pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, dan peningkatan pemenuhan Hak Masyarakat. Aksi – aksi tersebut meliputi penyediaan ruang menyusui di kantor pemerintah maupun swasta, pengelolaan dan pemerataan distribusi guru, pemantauan penyelesaian perkara implementasi produk hukum daerah, harmonisasi produk hukum daerah yang mendiskriminasi hak perempuan, anak, dan penyandang disabilitas serta pelayanan komunikasi masyarakat terhadap dugaan pelanggaran hak perempuan, anak, penyandang disabilitas, masyarakat adat dan pengaduan terkait konflik lahan.  Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara telah membentuk Pos Layanan Masyarakat di masing-masing Unit Pelaksana Tugas seperti di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) sebagai bentuk responsif tingginya tingkat pengaduan masyarakat yang masuk pada Pelayanan Komunikasi Masyarakat (Yankomas) di Sumatera Utara.

Majda El Muhtaj, Kepala Pusat Studi HAM Unimed, sebagai narasumber kedua menyampaikan paparannya mengenai Mekanisme Pelaporan Capaian Aksi HAM 2018. Menurutnya, Perpres Nomor 75 Tahun 2015 tentang  Rencana Aksi Nasional HAM Tahun 2015-2019 sebagaimana diubah dengan Perpres Nomor 33 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 75 Tahun 2015 tentang  Rencana Aksi Nasional HAM Tahun 2015-2019, menempatkan 6 (enam) strategi RANHAM dan 46 (empat puluh enam) Aksi HAM 2018-2019. Untuk itu, Sekretariat Bersama (joint secretariat) RANHAM bekerjasama dengan Kementerian/Lembaga serta melibatkan peran serta masyarakat harus menjalankan fungsi koordinasi, pemantauan, verifikasi, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan Aksi HAM. Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah wajib melaporkan capaian pelaksanaan Aksi HAM setiap Triwulan berdasarkan target dan data dukung. Di akhir paparannya, Majda El Muhtaj merekomendasikan agar Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah membentuk tim task force pelaporan, menguatkan asistensi pelaksanaan Aksi HAM 2018, mendokumentasi serta memprioritaskan capaian pelaksanaan Aksi HAM 2018 berbasis data.

 

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com