Sunday , 21 January 2018
HAM HIGHLIGHT
Home / Testimonial / Prof Rado (From LUND University)
Prof Rado (From LUND University)

Prof Rado (From LUND University)

Q: Anda menyebutkan dua upaya hukum dalam HR and Business, yaitu judicial dan non judicial. Kita mengenal adanya arbitrase dalam upaya hukum non judicial. Apakah Guiding Principles ini mengatur mengenai arbitrase?

A: Saya pikir Guiding Principles menyinggung arbitrase di dalamnya, tetapi itu bukan prinsip dasar melainkan hanya merupakan salah satu metode untuk memperoleh upaya hukum/pemulihan (remedy). Guiding Principles lebih membicarakan mediasi daripada arbitrase. Namun, arbitrase bisa menjadi sangat sesuai dengan Guiding Principles bilamana para pihak yang bersengketa sepakat untuk menyelesaikan permasalahan melalui arbitrase.

Q: Apabila terjadi sengketa/pelanggaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan terhadap seseorang (individu), apakah ranah hukum dari sengketa/pelanggaran tersebut? Apakah termasuk dalam hukum pidana atau hukum perdata?

A: Pertama-tama, hal yang perlu ditekankan di sini bahwa Guiding Principles bukan merupakan instrumen hukum. Guiding Principles bukan merupakan traktat yang menimbulkan kewajiban hukum bagi para pihak di dalamnya. Mengenai ranah hukum yang digunakan, hal ini tergantung dari tindakan/corporate action yang dilakukan oleh perusahaan itu sendiri. Contohnya, apabila perusahaan melakukan corporate action yang berupa pengambilalihan lahan/tanah milik seseorang secara melawan hukum maka orang tersebut dapat melakukan gugatan perdata terhadap perusahaan untuk mendapatkan ganti rugi terhadap tanahnya tersebut. Namun, apabila perusahaan melakukan corporate action sedemikian rupa yang menyebabkan kematian atau tewasnya seseorang maka perusahaan dapat dituntut secara pidana. Jadi pada dasarnya kita dapat menggunakan semua ranah hukum yang memang memberikan kita hak untuk mengajukan gugatan/tuntutan di pengadilan.