PBB Desak Myanmar Beri Kewarganegaraan Etnis Rohingya

New York – Sebuah komite PBB telah mengeluarkan resolusi yang mendesak Myanmar untuk memberikan hak kewarganegaraan minoritas Rohingya, menindak tegas kekerasan oleh kelompok Buddist terhadap mereka dan Muslim lainnya di negara Asia Tenggara.
Komite HAM Majelis Umum lewat resolusi tahunan di Myanmar pada Selasa, (4/2/2014) seperti ditulis Aljazeera.com, menyambut pembebasan sejumlah tahanan politik dan janji Presiden Thein Sein bahwa semua tahanan hati nurani akan dibebaskan pada akhir tahun ini.

Resolusi ini mendesak pemerintah untuk melanjutkan proses dan memenuhi komitmennya untuk membebaskan mereka pada akhir tahun 2013, tanpa syarat, dan untuk memastikan restorasi yang penuh hak-hak dan kebebasan mereka.

Resolusi itu juga menyatakan keprihatinan tentang sisa pelanggaran hak asasi manusia, termasuk penangkapan sewenang-wenang dan penahanan aktivis politik dan pembela hak asasi manusia, pemindahan paksa, penyitaan tanah, pemerkosaan dan bentuk-bentuk kekerasan seksual dan penyiksaan dan perlakuan kejam, tidak manusiawi dan merendahkan.

Dalam resolusi tersebut, panitia 193 negara menegaskan kembali keprihatinan serius tentang kekerasan komunal dan kekerasan lain terhadap minoritas Rohingya di negara bagian Rakhine. Resolusi PBB mengakui adanya upaya reformasi yang dilakukan sejauh ini di Myanmar.

Utusan Eropa dan AS meminta Myanmar untuk meningkatkan reformasi. Dubes AS, Samantha Daya berkomentar minggu ini tentang kemajuan yang telah dibuat di Myanmar tetapi menambahkan bahwa ada lebih banyak yang harus dilakukan di negara yang diperintah oleh junta sampai 2011.
Myanmar, bagaimanapun, merilis 69 tahanan politik pekan lalu. Myanmar muncul dari setengah abad kekuasaan militer pada tahun 2011, namun transisi menuju demokrasi telah dirusak oleh kekerasan sektarian yang telah menewaskan lebih dari 240 orang tewas dan 240.000 lainnya mengungsi dari rumah mereka, sebagian besar dari mereka Rohingya.

Banyak Myanmar Buddha melihat Rohingya sebagai penyusup yang dibawa oleh penjajah Inggris dari Bangladesh. Sebaliknya, etnis Rohingya mengatakan mereka telah tinggal di negara yang dulu dikenal sebagai Burma selama ratusan tahun. (zul)

http://edisinews.com/berita–pbb-desak-myanmar-beri-kewarganegaraan-etnis-rohingya.html

Post Author: operator.info1