Semoga Anak-anak Penyandang Disabilitas Ini Bisa Gunakan Hak Pilihnya

KEDIRI, KOMPAS.com- Para penyandang disabilitas di Sekolah Luar Biasa Putra Asih Kota Kediri, Jawa Timur, mengikuti sosialisasi pencoblosan Pemilu dari Komisi Pemilihan Umum dan Relawan Demokrasi setempat, Sabtu (29/3/2014). Para siswa yang terdiri dari penyandang tuna rungu, tuna wicara, serta tuna grahita tersebut belajar menggunakan hak pilihnya dalam pemilu, terutama pemilu calon legislatif 9 April mendatang.

Mereka mendapatkan paparan serta simulasi pencoblosan. Simulasi itu dibuat sedemikian rupa hingga mirip dengan kondisi asli pencoblosan. Para siswa sebagai pemilih pemula itu mendapat spesimen kartu suara lalu mencoblosnya dalam bilik khusus kemudian diakhiri dengan pemasukan surat suara ke dalam kotak suara.

Untuk spesimen surat suara, mereka mendapatkan empat jenis surat suara yaitu surat suara untuk DPD, DPR, DPRD I, serta DPRD II. Beberapa siswa terlihat agak kesulitan dalam melakukan simulasi itu.

“Simulasi dari KPU ini merupakan simulasi pertama yang pernah ada. Saya bersyukur, semoga anak-anak dapat menggunakan hak pilihnya,” kata Setyaningtyas, Kepala Sekolah SMALB B (untuk kelompok penyandang tuna rungu), tentang sosialisasi KPU itu.

Zainal Arifin, Komisioner KPUD Kota Kediri mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan rangkaian upaya KPU dalam menciptakan aksesibilitas bagi segenap warga dalam menggunakan hak pilihnya.

“Selain itu juga untuk meningkatkan partisipasi politik bagi penyandang disabilitas,” kata Zainul Arifin.

Sebelumnya, sosialisasi tersebut juga digelar di lokalisasi prostitusi yang ada di Semampir di Kecamatan Kota Kediri. Sosialisasi terus dilakukan untuk menekan jumlah angka golput.

Penulis : Kontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim
Editor : Caroline Damanik

http://regional.kompas.com/read/2014/03/29/1407324/.Semoga.Anak-anak.Penyandang.Disabilitas.Ini.Bisa.Gunakan.Hak.Pilihnya.

Post Author: operator.info1