Wanita dan Sebuah Kesempurnaan

Peran ganda wanita ini bermakna tinggi karena wanita yang sudah berumah tangga dan mempunyai anak bekerja sebagai wanita karir, peran ganda langsung melekat kepadanya. Wanita harus mengatur perannya dengan baik agar kedua peran tersebut tidak ada yang terabaikan. Jika ada salah satu peran yang terabaikan maka kehidupan akan menjadi tidak seimbang dan tidak jarang di antara mereka pada akhirnya harus memilih satu peran dan peran lainnya harus dikorbankan. Pengorbanan ini kadang menjadi pilihan yang harus diambil, mau tidak mau demi keluarga, padahal karirnya sebagai wanita karir pada saat bersamaan sudah berada pada jabatan yang mapan dan strategis berkat keahlian dan prestasi kinerjanya. Ketika dilema melanda, bingung dan tetap harus memilih keluarga diatas yang lainnya harus berhenti bekerja agar dapat sepenuhnya mengurus anak dan rumah tangga, demi menyelamatkan pernikahan yang mungkin sudah berada di unjuk tanduk. Pilihan yang sangat berat dan sulit yang harus diambil padahal di dalam batin wanita tersebut masih ingin tetap bekerja dan berkarir, namun situasi dan kondisinya tidak mengizinkan.

Ada pula diantara mereka yang karena dua peran tersebut dan lebih berat memilih peran sebagai wanita karir sehingga pernikahan tidak dapat terselamatkan dan harus berakhir dengan perceraian. Bagi wanita yang memilih mengambil keputusan ini, dampaknya dirasakan oleh anak-anaknya, yaitu harus menerima kenyataan bahwa orangtuanya berpisah. Sebaliknya, wanita yang memilih untuk keluar kerja dan memutuskan untuk berperan penuh sebagai seorang istri dan seorang ibu sangat disayangkan pula karena pada dasarnya potensi dan kemampuan yang ada dalam diri wanita tersebut menjadi tidak bermanfaat. Sungguh ironis memang apabila ada salah satu dari kedua peran tersebut yang harus dilepas, ditinggalkan dan berakhir begitu saja dengan sisa-sia.

Untuk menjadi seorang wanita yang sempurna dengan menjalankan kedua peran dengan baik sungguh sangat sulit dilakukan karena penuh tantangan dan perjuangan, oleh karena itu wanita yang tetap memilih pada dua perannya tersebut adalah wanita yang patut dipuji dan dihormati karena telah berusaha tangguh menjalaninya dengan semaksimal dan seimbang mungkin. Kuncinya adalah bisa mengatur waktu dengan baik dan berperan seefektif mungkin sehingga kedua peran itu dapat berjalan seirama. Urusan rumah tangga atau keluarga bisa terurus dengan baik, namun tetap bisa profesional dengan tuntutan pekerjaan di kantornya. Sungguh perjuangan yang luar biasa, sehingga tidak heran apabila ada kata bijak dan nasehat yang mengatakan bahwa “Surga ada di telapak kaki Ibu”. Ibu, seorang wanita yang dan sangat berjasa dengan segala perjuangan dan pengorbanannya. Untuk menghormati jasa-jasanya maka setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari Ibu.

Post Author: operator.info1