STRATEGI KOPERASI MENGHADAPI PASAR REGIONAL ASEAN

Revitalisasi Konsep/Prinsip Gotong Royong
Menghadapi berlakunya pasar regional ASEAN tentu diperlukan suatu strategi yang tepat yang dapat diambil oleh dunia usaha nasional termasuk koperasi. Pasar usaha Indonesia sangat besar yakni sekitar 200 juta lebih jiwa dan meliputi 34 provinsi. Sepatutnya dunia usaha nasional yang menjadi raja di pasar lokal/dalam negeri, menguasai sektor-sektor ekonomi vital, dan menghasilkan keuntungan, serta memberikan efek domino yang positif bagi dunia usaha nasional, pemerintah, berpotensi memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia khususnya anggota koperasi.

Koperasi dapat memanfaatkan peluang berlakunya pasar regional ASEAN dengan strategi revitalisasi konsep/prinsip gotong royong. Adenk Sudarwanto (Ketua STIE Semarang/Konsultan Manajemen) menyebutkan bahwa dalam gotong royong terkandung lima unsur yakni pertama: usaha atau kegiatan kerja bersama, kedua: tiap partisipan berpartisipasi menurut kemampuan masing-masing, ketiga: berdasarkan keikhlasan dan sukarela, keempat: tanpa pamrih, dan kelima: kerja atau usaha tersebut bermanfaat bagi kepentingan bersama. Adapun manfaat gotong royong yakni pertama: me¬ringankan beban, waktu, dan biaya, kedua: me¬ning¬katkan solidaritas dan rasa kekeluargaan terha¬dap sesama, ketiga: menambah kekokohan rasa persatuan dan kesatuan, dan keempat: mempertinggi ketahanan bersama.

Konsep/prinsip gotong royong merupakan urat nadi kehidupan koperasi karena mengedepankan kerja sama dalam memikul suatu beban dan secara bersama-sama menikmati manfaat dari hasil kerja sama dimaksud. Setiap anggota koperasi melakukan kerja sama dalam menggerakkan usaha yang dilakukan koperasi dan kemudian secara bersama-sama menikmati pembagian Selisih Hasil Usaha (SHU) baik berupa Surplus Hasil Usaha maupun Defisit Hasil Usaha yang diperoleh dari hasil usaha atau pendapatan Koperasi dalam satu tahun buku setelah dikurangi dengan pengeluaran atas berbagai beban usaha.

Revitalisasi konsep/prinsip gotong royong dilaksanakan dengan menguatkan dan memperluas pelaksanaan konsep/prinsip ini dalam dunia usaha di luar koperasi yang diwujudkan dengan melakukan kolaborasi dengan para pengusaha/perusahaan-perusahaan nasional. Kolaborasi secara teknis dilakukan dengan pola kemitraan di antara koperasi dan pengusaha/perusahaan-perusahaan nasional melalui :
a. Pengelolaan pasar lokal/dalam negeri yang akan ditinggalkan oleh pengusaha/perusahaan-perusahaan nasional yang akan berekspansi di tingkat regional ASEAN;
b. Pembagian strata dan wilayah pasar lokal/dalam negeri misalnya pengusaha/perusahaan-perusahaan nasional menggarap pasar strata menengah atas di perkotaan/kota besar dan koperasi menggarap strata menengah bawah di perdesaan/kota kecil; atau
c. Wujud lainnya adalah dengan memberikan kesempatan kepada koperasi untuk ikut ambil bagian dalam ekspansi pasar regional ASEAN oleh pengusaha/perusahaan-perusahaan nasional misalnya dengan kepemilikan saham/bagian sehingga koperasi dapat ikut berperan memikirkan langkah penting dan strategis bagi pengembangan usaha di pasar regional ASEAN sehingga menghasilkan keuntungan kepada pengusaha/perusahaan-perusahaan nasional dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia khususnya anggota koperasi.

Post Author: kasi.online