RASA AMAN TIDAK LAGI BERSAHABAT DENGAN ANAK BANGSA

Upaya perlindungan-perlindungan ini dilakukan dalam rangka untuk menjamin pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan sosial secara utuh. Karena dalam diri anak merupakan pribadi yang unik, khas, yang berbeda sekali dengan pribadi manusia dewasa. Anak memiliki sifat-sifat serta dinamika yang khas pula, menurut kartini kartono disebabkan karena ;“taraf perkembangan anak manusia itu memang selalu berlainan sifat dan ciri-cirinya”.
Upaya memaksimalkan kesempatan anak untuk tumbuh dewasa menjadi warga negara yang bertanggung jawab, anak perlu mendapatkan perlakuan khusus melalui instrumen-instrumen hak asasi manusia segala upaya yang menyangkut hak anak harus dilakukan dengan pelaksanaan kewajiban dan tanggung jawab orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan negara, namun pelaksanaan kewajiban dan tanggung jawab untuk memberikan perlindungan pada anak terdapat pula pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak. Undang-undang ini berupaya untuk mengharmonisasikan ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak. yang mengatur tentang hak anak, tanggung jawab orang tua terhadap kesejahteraan anak, dan usaha kesejahteraan anak.
Faktor utama substansi dalam undang-undang tentang Perlindungan Anak didasarkan pada pertimbangan bahwa perlindungan anak dalam segala aspek yaitu ; mengatur tentang hak dan kewajiban anak, kewajiban dan tanggung jawab negara dan pemerintah, masyarakat, dan orang tua, kedudukan anak, kuasa asuh, perwalian, pengesahan dan pengangkatan anak, penyelenggaraan perlindungan (agama, kesehatan, pendidikan, sosial, perlindungan khusus), peran masyarakat, dan pembentukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, serta ketentuan pidana.
Sebagai bangsa yang menjunjung tingggi hak asasi manusia dan mempunyai kewajiban untuk melindungi anak bangsa, serta mewujudkan kesepakatan dalam Konvensi Hak Anak yang telah diratifikasi, maka Undang-undang ini diharapkan dapat menangani seluruh permasalahan anak. Khususnya perlindungan anak yang berhadapan dengan hukum, hal ini tercantum dalam pasal 64 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak yaitu ; “perlindungan khusus bagi anak yang berhadapan dengan hukum………… meliputi anak yang berkonflik dengan hukum dan anak korban tindak pidana, merupakan kewajiban dan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat”.
Selanjutnya tentang perlindungan anak ini Arif Gosita menjelaskan bahwa; Adanya perlindungan anak merupakan perwujudan adanya keadilan dalam suatu masyarakat. maka perlindungan anak harus diusahakan dalam berbagai bidang kehidupan bernegara dan masyarakat.
Kewajiban dan tanggung jawab pemerintah bagi perlindungan khusus anak yang salah satunya terhadap anak yang bermasalah dengan hukum atau menjadi korban tindak pidana antara lain ditempatkannya mereka di RUTAN untuk dibina, diperlakukan secara wajar sehinggga memajukan rasa harkat martabat dan ditujukan untuk mengintegrasikan mereka ke dalam masyarakat, dan yang lebih pokok lagi bahwa anak-anak tersebut diharapkan dapat menjadi manusia yang siap pakai dengan pengetahuan yang dimilikinya dan menjadi manusia yang mandiri kelak berguna bagi nusa dan bangsa.
Masalah anak mempunyai multidimensi sosial, ekonomi, budaya, dan politik. Peningkatan kualitas hidup anak, termasuk pembinaan dan pengembangan anak hingga mencapai usia dewasa secara fisik dan mental yang bukan hanya tanggung jawab orang tua dan keluarga, akan tetapi juga tanggung jawab pemerintah dan masyarakat internasional. Pembinaan yang dilakukan secara terus menerus untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, karena “pada anak terletak tanggung jawab kelangsungan hidup bangsa Indonesia dikemudian hari.
Dalam proses pembangunan nasional, sehubungan dengan masalah anak, perlindungan anak merupakan issue yang cukup sentral. Hal ini antara lain disebabkan karena pelanggaran terhadap anak masih cukup besar. Pada dasarnya upaya perlindungan anak dapat dikatakan sebagai cermin keadilan di masyarakat seperti dijelaskan oleh Arif Gosita dalam bukunya “Masalah Korban Kejahatan” yaitu Adanya perlindungan anak merupakan perwujudan adanya keadilan dalam suatu masyarakat. …… maka perlindungan anak harus diusahakan dalam berbagai bidang kehidupan bernegara dan masyarakat.
Membicarakan pengertian anak harus dilandasi pada pengertian yang jelas tentang anak dan kedewasaan. selama ini dalam menyebut pembatasan anak cenderung merujuk kepada peraturan hukum yang berlaku, yang dalam kenyataannya tidak secara konsisten menyebut batasan yang pasti.
Pengertian anak menurut “Harlock” adalah:“Individu yang berada pada masa kanak-kanak bahwa masa kanak-kanak dimulai setelah melewati masa bayi yang penuh dengan ketergantungannya.”
Pengertian tersebut mengandung arti bahwa anak adalah orang yang belum dewasa. Orang yang belum dewasa ini universal tidak ada ketentuan yang pasti menyangkut batasan umur, namun diyakini batasan kedewasaan selain umur, juga merupakan batasan dimana seseorang dianggap telah memiliki kematangan mental, pribadi maupun kematangan sosial. Karena itu pengertian anak dapat ditinjau dari :segi yuridis.

Post Author: operator.info1