Perkenalkan Aplikasi PRISMA Kepada Publik, Ditjen HAM Gelar Bimtek Bagi Pelaku Usaha di Yogyakarta

Yogyakarta, ham.go.id – Tidak hanya di kalangan aparatur sipil negara, aplikasi PRISMA terus diperkenalkan kepada publik Bertempat di hotel el Royale Yogyakarta, Direktorat Jenderal HAM kembali menggelar bimbingan teknis aplikasi PRISMA yang diikuti oleh para pelaku usaha, Rabu (19/1).

Kakanwil KemenkumHAM Yogyakarta, Budi Argap Situngkir, berkesempatan hadir membuka acara. Dalam sambutannya, Budi Argap mengapresiasi upaya Direktorat Jenderal HAM dalam mengarusutamakan bisnis dan HAM di tanah air.

Selepas sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi panel yang menghadirkan Direktur Kerja Sama HAM, Hajerati, dan Koordinator Kerja Sama Luar Negeri Sofia Alatas.

Menurut Direktur Kerja Sama HAM pengabaian bisnis dalam HAM akan berdampak buruk tidak hanya bagi pekerja tetapi juga bagi lingkungan. “Bagi bisnis itu sendiri pengabaian HAM juga akan berpengaruh besar terhadap keberlanjutan bisnis di pasar global,” ujar Hajerati.

Untuk itu, kata Hajerati, pemerintah melalui Direktorat Jenderal HAM berkomitmen untuk mengarusutamakan bisnis dan HAM. Salah bentuk upaya pengarusutamaan bisnis dan HAM di tanah air adalah melalui aplikasi PRISMA.

“PRISMA ini diharapkan mampu menjadi alat uji tuntas bagi para pelaku usaha, sehingga (para pelaku usaha) dapat menganalisis potensi resiko dugaan pelanggaran HAM yang diakibatkan oleh kegiatan,” ujar Hajerati.

Sementara itu, sub koordinator kerja sama bilateral, Ibrahim, mengenalkan para peserta dalam mengoperasikan PRISMA mulai dari pendaftaran akun hingga menjawab pertanyaan yang ada dalam aplikasi.

Acara bimbingan teknis PRISMA bagi pelaku usaha di Yogyakarta ini terselenggara atas kerja sama antara Direktorat Jenderal HAM dam Raoull Wallenberg Institute. (Humas DJHAM)

 

Post Author: operator.info2