Bidang HAM Kanwil Kementerian Hukum dan HAM NTT Laksanakan Verifikasi Data Lapangan SIPKUMHAM di Kanim Kupang

Kupang, ham.go.id – Bidang HAM Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur melaksanakan Pengambilan Data Lapangan SIPKUMHAM pada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Selasa (25/01/2022). Kegiatan ini terkait dengan berita mengenai “Kabur ke Indonesia Usai Memerkosa dan Membunuh di Timor Leste, Vicente Dideportasi”. Pengambilan data lapangan dilaksanakan oleh tim dari Bidang HAM terdiri dari Mustafa Beleng (Kabid HAM), Hempy J.W. Poyk (Analis Hukum Ahli Madya), Novebriani S. Sarah (Kasubbid P3HAM), dan Yohanes A. Radja (JFU Bidang HAM).

Tim diterima oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Darwanto beserta Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Christian Penna, Kasubag Tata Usaha, Soleman Feoh dan Kasubsi Penindakan Keimigrasian, Adi Mardiansyah Rasyid di ruang Kepala Kantor Kanim Kupang. Tim menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan dalam rangka melakukan verifikasi data SIPKUMHAM bulan Januari terkait pemberitaan mengenai “Kabur ke Indonesia Usai Memerkosa dan Membunuh di Timor Leste, Vicente Dideportasi”.

WhatsApp_Image_2022-01-25_at_14.37.13.jpeg
Pada kesempatan tersebut, Mustafa menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan Tim Kanwil dalam melaksanakan verifikasi terkait dengan pendeportasian buronan Warga Negara Timor Leste yang dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua. Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Christian Penna menyampaikan bahwa hal itu sudah ditangani dengan baik oleh Polres Kupang, Interpol, Kantor imigrasi Kelas I TPI Kupang dan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua.

WhatsApp_Image_2022-01-25_at_14.37.14.jpeg

Adi Rasyid juga menjelaskan bahwa terkait sistem Border Control Manajemen di beberapa TPI besar memang sudah terintegrasi dengan data base Interpol jadi untuk DPO interpol sudah bisa terdeteksi, tetapi untuk buronan ini dia masuk bukan melalui jalur resmi melainkan jalur tikus (jalur tidak resmi). Darwanto menyampaikan saran bahwa dalam pengawasan orang asing ini dapat menjadi sarana bagi kita bersama untuk saling bertukar informasi dan menjadikan solusi bersama di dalam menangani permasalahan orang asing ujarnya. (Humas Kanwil Kemenkumham NTT)

Post Author: Operator Info 3